Bukannya sok sibuk, ya, tapi minggu ini benar-benar minggu yang sibuk. Bulan ini ding. Di masa-masa sibuk begitu kadang ada saja ide yang melintas untuk ditulis di blog ini. Tapi akhirnya menguap. Kalaupun ingat, sesempatnya dicatat di blackberry. Repotnya kalau tidak sempat, apa yang mau diingat. Kalaupun sekarang saya ngeblog, itu bukan karena ada waktu untuk ngeblog. Ini gara-gara tadi pagi saya lihat tweet dari @salingsilang kalau hari ini adalah hari bloger nasional. Tiga tahun ngeblog, saya baru tahu ada hari semacam itu. Salut buat Indonesia.
Kalau punya akun twitter coba, deh, cari hastag #hariblogger atau #berkatblog. Katanya itu salahdua hastag yang digunakan bloger Indonesia untuk merayakan hari raya ini di twitter. Nah, gara-gara itu saya berpikir untuk eksis disini. Semacam hari raya besar yang biasanya digunakan untuk berefleksi.
Misalnya hari raya kemerdekaan, biasanya di tivi-tivi memutar film dokumenter yang berhubungan dengan kemerdekaan. Itu biar kita tahu bagaimana perjuangan pahlawan Indonesia di masa-masa pra kemerdekaan. Lainnya, hari raya Natal, biasanya di tivi-tivi ada acara yang berhubungan dengan Natal, biasanya ibadah Natal di Vatikan.
Jadi apa yang harus direfleksikan hari ini? Jujur saja, ngeblog selama tiga tahun ini saya belum mendapat keuntungan secara materi. Kenapa harus secara materi? Ya, selama saya di bekerja di Jakarta, saya mulai mengerti kenapa orang-orang bisa begitu termotivasi bekerja jika dibayar. Dan, jika tidak dibayar, jangan harap bekerja jadi menyenangkan. Siapa yang mau? Bahkan pekerjaan menyenangkan seperti bercinta, pun, masih dipungut bayaran.
Dulu ada teman saya sedikit mengeluh soal blognya yang minim komentar dari teman-teman. Intinya, ada harapan dari dia untuk dihargai karena sudah menulis. Dia, pun, sudah menyempatkan dirinya untuk blog walking ke blog yang lain. Setidaknya ada komentar yang masuk ke blognya. Epenkah?
Tapi hal sederhana itu kadang penting. Bloger pasti tahu bagaimana rasanya jika tulisan di blognya tidak pernah dikomentari orang. Tapi jangan sedih. Sebenarnya kita bisa melihat berapa banyak pengunjung yang datang sekedar melihat isi blog kita. Bulan ini pengunjung di blog saya mencapai 235 orang dari IP yang berbeda. Rata-rata perhari sekitar belasan orang yang melihat. Tapi yang memberi komentar hanya satu.
Kalau sudah begitu kadang saya pikir blog ini tidak menarik. Iya, sih, kadang saya pikir tulisan saya di blog ini tidak begitu menarik. Hahaha. Terlalu melankolis. Bagaimana ya. Memang blog seperti itu. Semacam buku harian digital. Di buku harian, orang akan lebih bebas mengeluarkan pikirannya.
Di titik ini saya sadar bahwa ngeblog itu yang pasti mampu memberi kepuasaan untuk diri sendiri. Jika harapannya adalah materi, ya, jelas kecewa. Jangan pasang harapan terlalu berlebihan. Ini hanya ngeblog! Tapi ketika ngeblog jangan berpikir ini sekedar blog. Blog adalah saya. Sedikit improvisasi ayat di alkitab, “Aku di dalam blog dan blogku dalam aku.”
Lewat blog kita menunjukkan pola pikir seorang manusia yang menunjukkan kesedihan dan kebahagiaannya. Kerelaan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Berani membuka diri dengan kolom komentarnya. Dan, selalu menyediakan waktu di waktu sibuknya. Oke. Ayo ngeblog!
Di Juve ada pirlo loh nak. Biar ada yang perhatikan. RT @ivantarunas Hatimu di Milan nak, yuk mari merapat RT ... http://t.co/30dRlWSV
3 Responses to “#berkatblog”
meski baru mengenal yang namanya ngeblog, tp punya blog sendiri adalah kepuasan tersendiri. “Ayo ngeblog!”
Arum, terima kasih sudah mampir. Memang seperti itu. Punya Blog seperti punya rumah sendiri. Kalau di rumah sendiri apapun terasa nyaman dilakukan. Boleh tau alamat blog mu? Yah, ayo ngeblog!
iya sama2. ni alamat q arumanastasia.wordpress.com. hahaha rumahnya masih berantakan dan belum banyak isinya, maklum baru belajar. mohon bimbingannya. hehehee